Warga Cubadak Anak Aia Korban Longsor, Kadukan PT. Putra YLM ke Kapolda

Hits: 62

Longsor yang terjadi di Cubadak Aia, Aia Dingin, Alahan Panjang, berakibat putusnya jalur transportasi jalan nasional menghubungkan Kabupaten Solok -Solok Selatan dan hancurnya rumah warga, berujung pengaduan ke aparat penegak hukum. Buktinya, 67 warga ikut menandatangani surat pengaduan itu.

PADANG, INVESTIGASI_Surat laporan yang ditanda tangani lebih kurang 67 warga, tertangal, 29 April 2020, ditujukan, Kapolda Sumbar, Tipikor Polda Sumbar, Kejati Sumbar, berisikan, masyarakat korban longsor Cubadak Anak Aia, bermohon kepada Bapak agar memperhatikan kami yang telah menjadi korban
Longsor, akibat penambang nakal yang bertindak semena-mena

Juga disebut, tambang itu, didalangi, Yurnalis Lenggang, Robi Arianto, Eka Putri, dan Kari Ganjo, Rusman dan Datuk yang akrab dipanggil Adang. Nama nama itu, dituding telah menghancurkan rumah warga. Dan, terancam dampak
tambang juga, seperti lahan pertanian dan tanaman masyarakat.

Sebelumnya, kami kata masyarakat, sudah menegur berkali-kali tapi tidak diindahkan. Menyedihkan dan menyakitkan lagi,
kami sudah menjadi korban dari dampak tambang, namun mereka tidak
ada perhatian sedikitpun, malah mereka sibuk dengan urusan pribadi. Termasuk, menguasai
dan mengambil proyek bencana longsor tarsebut.

Apalagi dalam suasana sekarang PSBB, masyarakat dari berbagai penjuru
bertumpuk disatu lokasi yang terhalang masuk kerja, disebabkan terputusnya jalur transportasi. Akibat kejadian
tersebut, sebagai bahan pertimbangan bagi bapak kami sampaikan beberapa hal

Diantaranya, sejak tahun 2017 masyarakat telah melakukan protes melalui pemerintahan nagari,
tentang jalan Usaha Tani Akasia, sebab dengan sengaja badan jalan tersebut ditambang oleh
CV Putra YLM, dengan alasan masuk lokasi izinnya. Padahal, jalan tersebut sudah dicor melalui program
pemerintah PPIP tahun 2014/2015 menjadi urat nadi kami para petani.

Sejak saat itu, kami
tidak bisa lagi menikmati jalan dan kembali menjunjung hasil pertanian dengan kepala. Keluhan
kami tidak berhenti sampai disitu, kami tetap berupaya, tapi pihak kepolisian saja tanpa ada tidak ada tindaklanjutnya.

Secara Khusus ruas jalan nasional yang terputus sekarang, betul-betul adalah akibat
kegiatan tambang atas nama izin CV.Putra YLM.
Apalagi kami mendapat informasi, bahwa CV. Putra YLM ini saat ini sedang mengajukan izin
lagi di lokasi yang lain, yaitu di Jorong Kayu Aro.
Lokasi tersebut sebelum ada
izin sudah digarap dan telah juga merusak jalan raya serta mengancam lahan
warga.

Karena itu, itu kami mohon agar lzin tambangnya jangan dikeluarkan, sebab warga sangat ketakutan.
Khusus untuk lokasi yang longsor kami mohon dihentukan dan dicabut izinnya, sekaligus
diminta pertanggung jawaban pelaku sesuai aturan dan Undang-Undang yang berlaku. Termasuk
mengganti kerugian masyarakat yang ditimbulkanya.

Karena menurut hemat kami akibat penambangan ini tidak sedikit kerugian masyarakat dan
sekian banyak pula kerugian negara. Menurut kami ini nyata bukan bencana alam, tapi bencana yang ditimbulkan oleh beberapa orang demi mendapat keuntungan pribadi.

Surat tersebut, juga ditembuskan, kepada Gubernur Sumbar, DPRD Sumbar, Kepala Dinas PUPR Sumbar, Kepala Dinas Pertambangan Sumbar, Kasatker PJN II Sumbar, Bupati Kabupaten Solok, Kapolres Solok, Kapolsek Lembah Gumanti dan Ketua PWI Sumbar. Nv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *