Pilgub Sumbar : Menakar Peluang Mahyeldi – Riza Fahlevi

Hits: 49

Oleh : Novri Investigasi

Entah mengapa, tergerak hati ini membahas Cagub dari Partai PKS. Padahal, aku tak begitu memahami dan mendalami partai dikenal dengan masa militan ini. Ketertarikan disebabkan partai lain hanya mengapung satu calon gubernur, PKS punya dua calon, Mahyeldi Ansharullah dan Riza Fahlevi.

Lalu, diantara dua kader terbaik ini, siapa yang bakal maju menjadi calon gubernur. Pertanyaan yang susah dijawab, namun mudah terungkap. Ini bisa kita lihat dari survei ABG, Mahyeldi disamping mengalahkan Riza Fahlevi juga mengungguli calon lain dengan perolehan 20,8 persen, sementara Riza Fahlevi hanya 6,5 persen. Ibarat balap Riza Fahlevi tertinggal 8 lap

Fakta lain, Mahyeldi Ansyarullah, memanfaatkan safari dakwah dalam meningkatkan elekbilitas dan popularitas. Meski, minim baliho kehadiran Mahyeldi ditengah jemaah lebih mumpuni daripada setor wajah dan pencitraan melalui baliho. Masyarakat lebih rindu tatap wajah melalui dakwah daripada baliho berjejeran sepanjang jalan.

Faktor lain, Mahyeldi punya tim yang solid dan relawan yang militan. Ini terlihat di medsos, Mahyeldi punya tim sergap dan tim senyap. Mereka siap mempromosikan kegiatan dan program Mahyeldi. Dan melalui tim senyap yang dikenal dengan buzzer, siap menangkis serangan dan mencari pembenaran. Meski dijuluki akun robot tapi tetap setia dan konsisten membela Mahyeldi.

Begitu juga dilihat dari sisi kinerja, nama Mahyeldi membumming dengan pembangunan infrastruktur pantai dan trotoarnya. Kota Padang, semakin mancilak dan menuai rasa kagum bagi provinsi lain. Kota Padang menjadi tempat terindah bagi wisatawan lokal dan nasional mengisi liburan mereka.

Riza Fahlevi tak kalah menterengnya. Ia telah teruji di Sumbar maupun di Kota Payakumbuh. Terbukti, ia bisa meraih empat besar DPD dan menduduki senayan dari suara berbagai kota/kabupaten di Sumbar. Ia juga sukses menjadi Walikota Payakumbuh. Ditangannya, Kota Payakumbuh berubah total dan pembangunan berkembang pesat.

Nilai plusnya, Riza Fahlevi mendapat dukungan Irwan Prayitno untuk melanjutkan tahtanya. Dukungan IP punya arti yang besar dan membawa pengaruh yang sangat signifikan. Ini menjadi tantangan terberat bagi Mahyeldi untuk mencalonkan diri dari Partai PKS. Riza Fahlevi bisa menjadi batu sandungan bagi Mahyeldi meraih impian menjadi orang nomor satu di Sumbar.

Tapi, dari kacamata penulis, Mahyeldi punya kans yang lebih besar daripada Riza Fahlevi. Meski agak berat, diyakini Mahyeldi lebih baik dari Riza Fahlevi. Safari dakwahnya menjadi pembeda untuk memberikan tongkat estafet melanjutkan kejayaan PKS memimpin Sumbar ini.

Apalagi kepiawaian Mahyeldi mencari pasangan untuk bertarung pada Pilgub 2020 dinilai luar biasa. Bayangkan, baru saja dilantik menjadi Walikota priode kedua, Mahyeldi bergerak cepat mencari pasangan untuk Pilgub 2020. Pengakuan Audy Joinaldy, ia telah dipinang Mahyeldi pertengahan 2019 lalu.

Gaya Mahyeldi mencari pasangan mirip gaya Indra Syafri, pelatih Timnas U19 dan U23. Untuk mendapatkan pemain berkualitas, ia rela melalang buana kepelosok negeri. Perjuangan Indra Syafri berbuah bermanis, juara AFF CUP dan Runner Up Sea Games dipersembahkan untuk Indonesia dan Evan Dimas salah pemain pencarian bakat terbaiknya.

Dari dua cagub dan cawagub mencuat di PKS, Mahyeldi Ansyarullah – Audy Joinaldi (PKS/PPP) dan Riza Fahlevi – Febi (PKS/PBB), Mahyeldi dan Audy punya nilai jual yang lebih tinggi. Jika PKS mengusung Mahyeldi – Audy menjadi pukulan berat bagi calon lain. Duet maut ini, susah dikalahkan. Layaknya duet Romario – Bebeto yang menghantarkan Brazil juara Piala Dunia.

Survei ABC membuktikan Mahyeldi paling tinggi. Disisi lain Audy mempunyai deretan panjang gelar akademis dan pengusaha sukses merambah Indonesia bagian timur, tak diragukan lagi dan menjadi tandem terbaik pada Pilgub nanti dibanding Riza – Feby. Apalagi pada Pilgub 2020 tidak saja survei yang bicara, biaya politik yang tinggi, butuh sosok yang mapan secara finansial.

Audy memiliki segalanya, muda cerdas dan mapan secara finansial akan mampu berlayar bersama Mahyeldi dalam derasnya gelombang dan hantaman badai. Perjalanan panjang itu, butuh tenaga, butuh kecerdasan dan amunisi demi menggapai impian menjadi orang nomor satu di Sumbar.

Bukan Riza – Febi tak memiliki semua persyaratan itu, tapi agak berat untuk bersaing. Sepertinya, pasangan PKS – PKB itu, lebih mengandalkan surat sakti IP untuk mengalahkan Mahyeldi -Audy. Perlu diingat, hancurnya persepakbolaan nasional disebabkan selama ini banyaknys pemain titipan.
Dan, haruskah kedigjayaan PKS di Sumbar akan berakhir oleh pemain titipan. Kita tunggu saja

(Wartawan Utama/Pimpinan Umum Mingguan Investigasi dan Online Mingguan Investigasi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *