Pekerjaan Bermasalah CV. Hasbi 5 Kali Ditegur PPTK

Hits: 33

Menyoal Proyek Peningkatan Jalan Palupuh- Pua Gadih Koto Tingga

Pekerjaan peningkatan jalan Palupuah-Pua Gadih, Koto Tinggi (P.090) menuai sorotan berbagai kalangan. Proyek milik PUPR Sumbar dikerjakan CV.Hasbi tak bakalan selesai tepat waktu. Tidak itu saja, pekerjaan fisikpun diragukan terutama pasangan batu bahu jalan. Anehnya, meski telah lima kali ditegur, Del PPTK dan 1 kali PPK, CV. Hasbi terkesan cuek

PALUPUH, INVESTIGASI_Lagi, proyek milik Dinas PUPR bermasalah. Kali ini, terjadi pada pekerjaan peningkatan jalan Palupuh-Pua Gadih, Koto Tinggi (P.090) yang dikerjakan CV. Hasbi, konsultan pengawas CV. Wandra Cipta Engineering). Terbukti, tidak saja fisik pekerjaan menjadi sorotan, keterlambatan pekerjaan menjadi permasalahan.

Telusuran media ini, beberapa hari lalu kelokasi, untuk pekerjaan minor pasangan batu, ditenggarai menyimpang dari spesifikasi teknis. Pasangan batu dikerjakan dalam kondisi berair, tanpa dilakukan penyedotan. Adukan semen diduga tak sesuai takaran, sebab dilokasi pekerjaan tak ada kotak takaran dan diaduk berdasarkan kemauan pekerja saja.

Persoalan lain, pekerjaan terkesan melecehkan Sistim Managemen Keselamatan Kesehatan Kerja (SMK3). Terlihat tumpukan material batu, pasir, tanpa menggunakan police line dan memakan separuh badan jalan. Pekerja juga tak menggunakan alat keselamatan kerja.

Keterlambatan pekerjaan juga menyertai borok proyek tersebut. Informasi dan pengakuan pekerja, proye ini mengalami deviasi (-) 7% lebih pada minggu 18 dalam kondisi Volume diatas 72% (Periode II penanganan kontrak kritis diposisi Volume 70-100%). Seharusnya, , bobot pekerjaan sudah di rencana 80%. Dan, mengacu pada keterlambatan tersebut diprediksi proyek ini tak akan selesai tepat waktu.

Wajar proyek yang dikerjakan rekanan nakal ini menuia sorotan berbagai kalangan. Kuat indikasi penyimpangan antara rekanan CV. Hasbi, PPTK dan pengawas. Sebab, terkesan pembiayaran penyimpangan terjadi. Menurut Darwin, SH, Direktur LSM Acia, ada main mata antara rekanan dan pihak Dinas PUPR, terutama pengawas dan PPTK.

“Penyimpangan yang terjadi dan lambatnya pekerjaan, juga disebabkan kurangnya pengawasan dan lemahnya PPTK dalam menyikapinya. Malah terkesan ada main mata antara rekanan, pengawas dan PPTK,” kata Darwin, seraya mengatakan, sampai sekarang tak ada teguran dari PPTK terkait penyimpangan yang terjadi.

Darwin, janji melihat pekerjaan asal asalan dan terjadinya keterlambatan, ia akan menyurati PPTK dan Kadis PUPR yang terkesan membiarkan penyimpangan yang terjadi.”Setelah itu, dengan data yang ada dan poto pendukung, ia akan mengadukan kasus ini kepihak penegak hukum, terutama Kejaksaan Tinggi Sumbar,” janji Darwin.

Sementara, pihak CV. Hasbi dikonfirmasikan terkait pekerjaan terkesan lepas tangan. Benny yang mengaku pelaksana lapangan, malah melepaskan tanggungjawab kepada Yusuf General Manager CV. Hasbi. Menariknya, saat diminta nomor Hp dan WA Yusuf, malah Benny bungkam.

Sementara PPTK membantah tak ada teguran kepada CV. Hasbi dan main mata dengan perusahaan tersebut. Pengakuan Del, via WA, perusahaan tersebut sudah lima kali ditegur, termasuk satu kali ditegur KPA. Nv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *