Menyorot Proyek Jalan Beton di Kelurahan Tanjuang Aua, Lubeg

Hits: 80

Bau tak sedap pekerjaan betonisasi mulai tercium diawal tahun 2020 ini. Seperti yang terjadi di Kelurahan Tanjuang Aua Kecamatan Lubuk Begalung, Padang. Pasalnya, pekerjaan jalan beton diawal tahun 2020 tersebut tak mengacu spesifikasi teknis

PADANG, INVESTIGASI_Bola panas proyek betonisasi dana kelurahan tahun 2020, mulai mengelinding. Betonisasi jalan untuk kelurahan dikerjakan awal tahun 2020 ini, terindikasi dikerjakan asal jadi. Wajar saja, Program Pemerintah Kota Padang untuk Pembangunan Insfrastruktur Kelurahan tersebut menuai sorotan berbagai kalangan.

Telusuran media kelokasi pekerjaan jalan beton tepatnya di Tanjung Aua, adukan semen tak sesuai takaran. Terlihat pekerja memasukkan pasir dan krekel kedalam molen menggunakan skop. Sementara keranjang yang jadi ukuran takaran, dibiarkan disamping molen.

Persoalan lain, pekerjaan jalan beton tak sesuai rencana semula. Pengakuan masyarakat, awalnya jalan beton dikerjakan RT1 dan RT2. Namun, karena tak ada saluran, jalan beton yang dikerjakan lebih tinggi dari rumah warga.” Jika dikerjakan air yang tergenang dijalan beton itu, akan masuk rumah warga. Makanya, warga menolak, karena tak ada saluran air,” kata Jon warga setempat.

Sekarang, pekerjaan dilanjutkan dilokasi lain yang jalan betonnya telah rusak. Artinya, tak perlu lagi dilakukan pemadatan dan pekerjaan bisa langsung dilakukan pengecoran.”Dengan dikerjakan jalan beton dilokasi yang keras, seharusnya pekerjaan makin berkualitas. Yang terjadi, malah takaran adukan yang dimainkan, sehingga mutu beton diragukan,” timpalnya.

Proyek hasil Musrenbang ini, masih dalam tahap pekerjaan sudah bermasalah. Terlihat coran kurang rata dan sudah mulai terlihat retak rambut. Diprediksi penyebabnya adukan tak sesuai takaran dan tak mengacu spesifikasi teknis. Diperparah lagi, pekerjaan jalan beton ini tanpa pengawasan.

Pantauan awak media ini dilokasi pekerjaan, terindikasi menyalahi spesifikasi teknis. Bahkan, dilapangan juga tak terlihat papan informasi terkait pekerjaan. Alhasil, beragam pertanyaan menyertai pekerjaan jalan tersebut.” Saya tak tahu darimana dana pekerjaan dan siapa yang mengerjakan, sebab tak papan informasi terkait pekerjaan, apalagi plang pekerjaan,” tukuknya.

Inipun menjadi tanda tanya Darwin, Direktur LSM ACIA Sumbar. Katanya, pekerjaan jalan beton ini, terkesan melabrak UU No.14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan UU No 28 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Negara Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.”Soalnya dilapangan tak ada papan informasi, apalagi plang proyek sebagai informasi kepada masyarakat,” ungkap Darwin Apapun pekerjaan yang memakai anggaran negara wajib di pasang plang proyek.

Ia juga menyebut, bahkan ada warga menanyakan langsung terkait pekerjaan kepada perangkat Kelurahan, namun tak ada jawaban. “Wajar saja warga bertanya tanya, berapa anggaran pekerjaan betonnisasi ini,” tambah Darwin, seraya mengatakan, jawaban didapat warga, tidak perlu warga tahu berapa anggaran pekerjaan proyek betonnisasi tersebut.

Sementara, Madi yang disebut sebut pelaksana lapangan oleh warga dikonfirmasikan via WA nya tak ada tanggapan sama sekali. Meski sudah dibaca, namun tak ada balasannya. Nv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *