Menyoal Proyek Rumdis PUPR Sumbar

Hits: 40

Ada kejanggalan terlihat pada plang proyek pekerjaan renovasi Rumah Dinas Kadis PUPR Sumbar. Tak disebutkan, kontraktor pelaksana. Pengakuan pekerja proyek ini dikerjakan oleh Anggi.

PADANG, INVESTIGASI_Tidak saja persoalan proyek Penunjukkan Langsung (PL) bagaikan api dalam sekam di Dinas PUPR Sumbar, proyek rehab Rumah Dinas Kadis PUPR, juga menjadi bahan pembicaraan. Proyek tersebut menjadi tanggungjawab Sekreraris PUPR.

Proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, kegiatan rehabilitasi sedang/berat/rumah dinas/mess, pekerjaan renovasi rumah dinas Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Sumbar, tidak saja proses pengerjaannya dipertanyakan, pekerjaan fisikpun diragukan.

Wajar saja, proyek bernomor kontrak 03/KPA-PSPA/SP/RD/IV/2019, tanggal 10 Juni 2091, nilai kontrak Rp. 930.039.292, konsultan perencana CV. Dinamika Cipta Utama, konsultan pengawas Reka Cipta, kontraktor perencana CV. Arga Cipta Engineering, dipertanyakan berbagai pihak.

Telusuran media ini kelokasi pekerjaan beberapa hari, meski sebatas diteras rumah, ditemukan plang proyek yang telah robek. Dalam plang proyek, hanya ada, konsultan perencana, konsultan pengawas dan kontraktor perencana, tak disebutkan kontraktor pelaksana. Tapi, pengakuan pekerja proyek ini dikerjakan oleh Anggi.

Kejanggalan lain, material digunakan diragukan mutu dan kualitasnya, terutama split nona yang masih mengandung unsur tanah. Dan tak dibersihkan dulu sebelum diaduk dengan semen. Termasuk Keselamatan, Kesehatan Kerja (K3 ) yang terabaikan.

Terlihat tumpukan material, pasir, split dan bata, dipinggi jalan tanpa rambu rambu atau police line. Apalagi, jalan tersebut gelap dimalam hari.”Kontraktor diwajibkan memakai memakai K3, terutama rambu atau police line dipinggir jalan. Kok, Rumdis PUPR sendiri mengabaikan ini,” kata Darwin, Direktur LSM ACIA Sumbar.

Darwin, juga mengatakan, memang secara fisik tak bisa melihat pekerjaan dari dalam, tapi material digunakan, terutama split nona mengandung tanah perlu dipertanyakan.”Bahkan, proyek yang dikerjakan Anggi ini, juga terindikasi mengabaikan K3,” tukuknya

Dina, Sekretaris PUPR Sumbar, saat dikonfirmasikan via WA nya, Minggu (28/10), mengatakan, itu salah tulis papannya. Mana ada kontraktor perencana. Adanya, kontraktor pelaksana. Khan, konsultan perencana sudah ada. “Terkait masalah K3, akan diingatkan lagi. Karena sudah ada dari awal agar memperhatikan K3. Nv.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *