Lelang Penimbunan dan Pematang Lahan, Menuai Sorotan

Hits: 347

Ada Kejanggalan Saat Melakukan Evaluasi

Berita Mingguan Investigasi yang menyorot adanya dugaan permainan lelang penimbunan dan pematangan lahan di Dinas PUPR Kota Padang, akhirnya terbukti. Soalnya, setelah dilakukan evaluasi, Senin (3/2) oleh Pokja terhadap beberapa rekanan yang diundang, dicurigai adanya kejanggalan saat melakukan evuasi dan klarifikasi

PADANG, INVESTIGASI_Setelah selesai menghadiri undangan evaluasi dan klarifikasi, beberapa rekanan langsung mengadakan jumpa pers di Uje Kafe kawasan Bypass Padang hari itu juga. Rekanan menilai ada kecurigaan terhadap lelang, sebab ada kejanggalan pada saat evaluasi dan klarifikasi.

Jumpa pers yang dihadiri beberapa media harian, mingguan, online dan Padang TV itu, menyorot kinerja Pokja yang patut disesali. Terkesan sekedar ada kejanggalan. Buktinya, kata Sukron, Direktur PT. Permata Lansekap Nusantara, sebelum dilakukan evaluasi dan klarifikasi tanggal 3 Februari 2020, tanggal 31 Januari 2020 sudah diumumkan hanya 1 satu rekanan yang lulus persyaratan.

“Artinya, undangan evaluasi dan klarifikasi tanggal 3 Februari hanya sekedar formalitas. Termasuk juga dicurigai mencari kesalahan metoda dan fakta integritas yang selama ini tak pernah bermasalah dalam setiap ikut lelang,” kata Sukron didamping Risman M, seraya mengatakan, masalah quari juga dipertanyakan.

Sukran juga mengatakan, evaluasi dan klarifikasi formalitas tersebut, sudah terasa sejak awal lelang pertama 3 Januari 2020 lalu. Soalnya, lelang pertama yang diikuti 7 rekanan diulang dan merubah spesifikasi teknis personil dari persyaratan SI Teknik Geologi menjadi SI Teknik Sipil. Bahkan, peserta bertambah menjadi 12 rekanan.

“Begitu juga klarifikasi yang dilakukan hanya menyampaikan kesalahan. Padahal, sebelumnya sudah ditetapkan hanya satu peserta yang lulus. Ibaratnya, kami sudah dikalahkan sebelum pertandingan dimulai. Dan, ini sangat disesali,” ungkap Sukron.

Senada juga dikatakan Awaluddin Rao dan Direktur PT. Bahana Prima Nusantara. Katanya, selama dua tahun ini, lelang di Pokja Kota Padang, sudah menjadi perbincangan rekanan. Termasuk lelang penimbunan dan pematangan lahan senilai lebih kurang Rp17 Miliyar. Apalagi, PT. Bahana Prima Nusantara, dikalahkan Pokja terkait masalah skechudle.

Pokja mungkin kurang memahami apa itu pekerjaan umum dan pekerjaan minor. Ia juga menilai, ada beberapa item tersendiri, seperti tukang volumenya hanya 12 jam atau bobotnya hanya 0,09 persen. Itupun dimasukkan ke minggu 9, tapi disalahkan Pokja.” Dicurigai Pokja sengaja mengkondisikan kesalahan,” kata Awaluddin Rao yang akrab dipanggil Rao.

Ia juga mengatakan, telah
mencurigai adanya kejanggalan dan mencari kesalahan tanpa alasan. Termasuk mengganti spesifikasi teknis personel daru SI Teknik geologi diganti SI Teknis sipil. Dicurigai lelang ini, juga ada indikasi kebocoran keuangan negara.
Faktanya, dalam RAB dengan harga Rp17 M sangat tinggi sekali. Standarnya pada pekerjaan tersebut hanya Rp13 Miliyar

“Terlepas dari apa yang terjadi, pihaknya, akan terus melakukan pengawasan, sebab perbedaannya sangat jauh.” katanya lagi, seraya mengatakan, tak tertutup kemungkinan ia akan menempuh jalur hukum jika dikalahkan.

Ia juga menyebutkan, dalam evaluasi dan klarifikasi, Pokja terkesan mencari kesalahan.”Hanya menunjukkan kesalahan saat evaluasi, sementara sebelumnya sudah disebutkan hanya satu pemenang yang lolos.” Katanya mengakhiri.

Beragam tanggapan rekanan lain, juga menyertai jumpa pers tersebut. Intinya, dugaan permainan lelang yang diprediksi Mingguan Investigasi terbukti. Rekanan jagoannya yang diundang sebelumnya telah dinyatakan lulus. Dan satunya rekanan yang lulus seperti yang diumumkan tanggal 31 Januari 2020. Sementara, undangan klarifilasi rekanan tanggal 3 Pebruari 2020 hanya formalitas belaka. Nv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *