Kalista Dihujat dan Dibully, Pemrov Sumbar Tak Mengakui

Hits: 89

Oleh : Suci Martia, S.I.Kom
Wartawan Utama

Malang nian nasib gadis bernama lengkap Louise Kalista Wilson Iskandar. Sudah lah dihujat dan dibully, Pemrov Sumbar cuci tangan dan mengakui, dara kelahiran Bukittinggi itu, tidak pernah memberikan rekomendasi atau izin kepada seseorang ataupun lembaga mewakili ajang Pemilihan Putri Indonesia (PPI) 2020.

PADANG, INVESTIGASI_Padahal, melalui instagramnya, berpoto bersama Ibu Nevi Istri Gubernus Sumbar, finalis Putri Indonesia 2020 asal Sumatera Barat itu, dengan rasa bangga mengucapkan terima kasih untuk Ibu Gubernur Sumbar, Nevi Irwan Prayitno, Ibu Walikota Padang, Umi Harneli Bahar, juga Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Padang, Bapak Syafriadi, termasuk berbagai pihak Bapak Ade, Ibu Rezki, karena telah menyambut saya dan menyampaikan pesan dan kesan untuk dibawa dalam Pemilihan Putri Indonesia 2020 ini.

Meski dikalimat terakhir dalam instagramnya, untuk dibawa dalam Pemilihan Putri Indonesia 2020, namun Pemrov Sumbar tak mengakui

Ini terlihat dari rilis yang dikeluarkan Biro Humas Setdaprov Sumbar tertanggal Sabtu, 7 Maret 2020.

Poin yang dituliskan dalam rilis tersebut, yakni sehubungan dengan adanya Pemilihan Putri Indonesia (PPI) tahun 2020 di Jakarta, Pemprov Sumbar tidak pernah terlibat. Baik langsung atau tidak langsung dalam mengutus perwakilan ke ajang bergengsi nasional itu.

“Penyelenggara PPI 2020 dilakukan sepenuhnya oleh sebuah yayasan, dengan melakukan proses rekrutmen tersendiri melalui kampus di Indonesia.

Kemudian juga ditegaskan bahwa pihak Pemprov Sumbar tidak pernah memberikan rekomendasi ataupun izin kepada seseorang maupun lembaga untuk mewakili Provinsi Sumbar dalam ajang PPI 2020. Bahkan Pemprov Sumbar mengaku tidak mengetahui proses penetapan peserta mewakili Sumbar.

Kendati demikian, Pemprov Sumbar sangat mendukung apapun bentuk kegiatan kreatif dan positif, sepanjang tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku di Indonesia. Dalam artian, mereka berharap ke depannya, siapapun yang hendak memakai nama Provinsi Sumbar harus meminta izin dan rekomendasi resmi.

Kami Pemprov Sumbar tidak mengetahuinya sama sekali, karena tidak dilibatkan, dilaporkan, atau diberitahu. Jadi ke depan, dalam event dan ajang apapun, haruslah meminta izin atau rekomendasi resmi kepada Pemprov Sumbar. Keterangan ini, juga didapat media ini yang beredar luas diberbagai WA group.

Kalista Iskandar dihujat dan dibully, disebabkan gadis Tiongkok – Amerika kelahiran Bukittinggi ini, disebabkan tidak hafal lima sila Pancasila. Ini berawal saat beredarnya berita dan video kontestasi enam besar Putri Indonesia 2020 yang diuji oleh Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, di Jakarta, Jumat (6/3).

Tentu timbul pertanyaan, hanya karena tak hafal lima sila, ia dihujat dan dibully dan berujung Pemrov Sumbar tak mengakui. Padahal, ia sudah masuk enam besar, kenapa tidak sebelumnya dipermasalahkan

Beda kalau seandainya Kalista tak bermasalah pada hafal lima sila dan keluar sebagai pemenang Pemilihan Putri Indonesia 2020, tentu pujian dan arak arakan menyertai kemenangannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *