Irfan Amran Dan Masyarakat Tanjung Sani Terima Kunjungan Tamu Dari Malaysia

Hits: 1

Agam, Investigasi-Wakil Ketua DPRD Kabupaten Agam Irfan Amran bersama masyarakat Nagari Sungai Batang Kecamatan Tanjung Raya menyambut baik kedatangan Distrik Perlis, Malaysia di Jorong Tanjung, Rabu (6/11).

Rombongan Distrik Perlis yang dipimpin oleh Sahibus Samahah Prof. Dato ‘Arif Perkasa DR. Mohd. Asri Zainul Abidin melakukan kunjungan dalam rangka Kembara Buya Hamka dan Alam Minangkabau.

Rombongan disambut oleh Wakil Ketua DPRD Agam Irfan Amran, didampingi Walinagari Sungai Batang Jon Hendra, Wali Jorong Tanjung Sani Mayulis Adhi, Komunitas Generasi Penerus Pemuda Hamka dan tokoh masyarakat lainnya.

Pada kesempatan itu, Irfan Amran menyampaikan ucapan terima kasih kepada rombongan Distrik Perlis karena telah melakukan kunjungan ke tanah kelahiran Buya Hamka. Ia berharap dengan malakukan kunjungan ke Agam dapat memanjakan mata objek wisata yang memiliki beragam keindahan.

“Kami mengajak kepada saudara-saudara di Malaysia untuk sering-sering datang berkujungan ke Agam. Karena kami di Kabupaten Agam memiliki berbagi ragam objek wisata mulai dari gunung, ngarai, danau, dan pantai. Untuk itu kami mengajak “Ayo Ke Agam” kepada saudara-saudara kita dari Malaysia ini,” ujarnya.

Prof .Dato ‘Arif Perkasa DR. Mohd. Asri Zainul Abidin sangat memuji ke Indahan Kabupaten Agam karena saat melewati melewati kelok 44, Ia melihat keindahan pemandangan danau maninjau yang terbentas jelas dan melihat betapa megahnya mesjid-mesjid yang dilewati sepanjang jalan.

“Sangat kagum kami waktu melihat danau maninjau yang indah ini, suatu nikmat yang telah Allah berikan kepada Kabupaten Agam khususnya masyarakat disini. Ini harus kita jaga dan jangan sampai keindahannya hanya sabagai tempat wisata semata namun tidak memiliki sumber kerohanian,” ungkapnya.

Ia menyebut Buya Hamka adalah anugrah untuk daerah ini. Karena nama yang begitu besar, nama yang lahir lebih dari 100 tahun yang lalu masih diingat sampai sekarang.

“Nama ini tidak akan banyak memberi makna jika hanya disebut saja atau dihanya dijadikan tempat wisata saja dan tidak ada orang yang berdo’a,” ujarnya.

(Aji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *