Hutan (Karhutla) di Jorong Tanjung Timbulun Patah Membara

Hits: 25

Sijunjung, Investigasi-Si jago merah melalap hutan (Karhutla) yang terjadi di Jorong Tanjung Timbulun Patah pada Kecamatan Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung, senin siang (4/11).

Karhutla berada tepat di tepi jalan lintas Sumatera pada perkebunan karet petani seluas 2,5 Ha. Menurut warga sekitar Santi 35 tahun yang juga pemilik warung diseberang kebun karet tersebut menuturkan,” Sekitar pukul 13.00 wib, tiba tiba api sudah membara dengan besar, warga lansung panik dan menghubungi Damkar (Pemadam Kebakaran) Tanjung Gadang untuk segera melakukan antisipasi pemadaman biar tak menyebar luas,” katanya menjelaskan awal kejadiannya.

Petugas Damkar yang datang tepat jam 13.05 wib dengan satu unit mobil Damkar langsung melakukan pemadaman.Tetapi karena api yang begitu besar Damkar Tanjung Gadang meminta bantuan dari Damkar Muaro Sijunjung untuk mengirimkan satu unit mobil Damkar dan BPBD Sijunjung untuk menanggulangi Karhutla tersebut.

Rahmat petugas Damkar Tanjung Gadang menyebutkan,” Kami memadamkan si jago merah selama 3,5 jam lamanya, dari jam 13.05 wib sampai dengan 16.30 wib. Ini disebabkan sulitnya medan karena harus mendaki gunung dan bolak balik untuk mengisi air, ditambah banyaknya titik api yang sulit dipadamkan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, seharusnya masyarakat jangan menonton saja, juga membuat video atau memfoto tapi juga membantu kami. Meski inilah tugas kami tapi agar api itu cepat padam, dibutuhkan kerjasama dengan banyak orang terutama masyarakat sekitar. Padahal dengan personil gabungan 15 orang antara Damkar dan BPBD Sijunjung tetap sulit memadamkan api tersebut. Sampai kami harus melakukan isi ulang air satu kali terhadap 2 unit mobil Damkar tersebut, baru apinya benar benar padam,” Tuturnya setelah selesai memadamkan sijago merah tersebut.

Kapolsek Tanjung Gadang AKP Syafrizal Nanin menyampaikan,” Berdasarkan olah TKP Karhutla terjadi karena si Petani karet tersebut membersihkan lahan dan tidak lama kemudian dia pulang kerumahnya dan lupa memastikan apakah api tersebut sudah padam atau belum, dan ternyata api yang belum padam tersebut menjadi pemicu Karhutla di lereng bukit tersebut,” bebernya ketika dihubungi media seusai kebakaran hutan tersebut.

Prima Randu Wali Nagari Tanjung Gadang menghimbau warga untuk benar benar memastikan apakah api sudah padam apa belum sebelum pergi dari rumah dan lahan kebun, kemudian jangan buang puntung rokok sembarangan. Yosefin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *