Hebat! Pemko Tak Bisa Membangun di Tanah Sendiri, Proyek Kantor Lurah Terhenti

Hits: 229

Oleh : Novri Investigasi

Dibekas reruntuhan Kantor Lurah Alai Parak Kopi, berdiri sebuah plang bertuliskan Tanah Milik Pemerintah Kota Padang, HP No. 2/2000, luas tanah 449M2, lokasi Bhakti Raya, RT. 1/13, penggunaan Kantor Lurah Alai Parak Kopi.

Juga bertuliskan, dilarang merusak, membongkar dan menghilangkan plang Pemko ini, diancam hukuman pidana, BPKA 2016. Sekarang, bangunan tersebut sudah dirobohkan untuk pekerjaan proyek Kantor Lurah Alai Parak Kopi yang baru.

Masalah baru pun muncul. Belum selesai diruntuhkan dan akan dikerjakan proyek kantor lurah baru, masyarakat sekitar lokasi tanah itu menuntut ganti rugi. Padahal, pekerjaan proyek kantor lurah baru, sama luas dan lebarnya dengan yang lama. Dan, sesuai plang, itu tanah milik Pemko. Kok, ada yang menuntut ganti rugi.

Pengakuan Jon, konsultan perencana, kisruh masalah ganti rugi di tanah milik Pemko ini, penyebab keterlambatan pekerjaan. Nilai ganti rugi diminta naik dari perjanjian awal. Meski, beberapa kali rapat melibatkan unsur masyarakat, camat dan lurah, namun tak menemui titik temu.

Tunjuk batas yang akan dilakukan BPN juga terkendala oleh wabah covid19. Solusi terakhir, mengubah gambar perencanaan dan menyesuaikan pekerjaan fisik dengan bangunan lama. Diakuinya, satu setengah bulan berlalu, pekerjaan belum juga dilaksanakan. Apalagi, sekarang bulan ramadhan dan lebaran, tentu pekerjaan makin terkendala.

Terlepas masalah tanah dan ganti rugi, proyek Kantor Lurah Alai Parak Kopi ini sudah ditenderkan dan ditetapkan pemenang. Bahkan, uang muka sudah diterima CV. Yoanda. Kontrak dimulai Maret 2020, sehingga uang muka diterima perusahaan tersebut menjadi tanda tanya.

Padahal, dilokasi lain, pekerjaan proyek kantor lurah yang sama kontrak bulan Maret sudah mulai pekerjaan fisik. Sementara, Kantor Lurah Alai Parak Kopi, jangankan memulai pekerjaan, reruntuhan bangunan lama masih terbengkalai

Tentu timbul pertanyaan, bagaimana uang muka yang diterima CV. Yoanda, perusahaan beralamat jalan Raya Pagang itu. Kok bisa membangun Kantor Lurah di tanah Pemko sendiri, terkendala. Perencanaan tak matang dan tak profesional mereka yang bertanggungjawab terhadap pekerjaan proyek ini, menjadi penyebab terjadinya kisruh berkepanjangan.

(Wartawan Utama-Owner Koran Mingguan Investigasi dan Online Investigasi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *