Endro Kusuma : Kami Telah Berbuat Sebelum Orang Memikirkan

Hits: 44

Menarik, kata bijak yang terungkap dari Endro Kusumo, Kepala Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (Ka Satker P2JN), kami telah berbuat sebelum yang lain memikirkan. Orang menikmati jalan nasional, tapi ia telah berbuat sebelum orang menikmati jalan itu, terutama di Sumbar.

PADANG, INVESTIGASI_Ada suasana akrab saat media ini memasuki ruangan kerja Endro Kusumo, Ka Satker P2JN. Sambutan hangat dan bicaranya yang lepas, meleburkan suasana kekakuan. Kata kata penuh makna meluncur dari bibirnya, menceritakan pekerjaanya yang lelah secara fisik, tapi tak berpengaruh secara mental.

Lelah secara fisik, tapi tak berpengaruh secara mental punya makna yang dalam terhadap pekerjaannya, sebagai Satker perencanaan. Dan, lelah secara mental sangat dirasakannya saat menjadi Satker fisik. Buktinya, 13 tahun jadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan 4 tahun jadi Ka Satker fisik, membuat lelah badan dan pikiran berpengaruh pada mentalnya.

“Banyak persoalan yang terjadi pada pekerjaan fisik yang membuat mental bisa down dan susah dibawa tidur, jika belum teratasi. Sedangkan, jadi Satker perencanaan, lelah secara fisik bisa diatasi dengan istirahat dan tidur bisa enak,” katanya seraya mengatakan, jadi Satker perencanaan, bisa enjoy, pikiranpun tenang.

Sementara, nikmatnya jadi Satker perencanaan, kita sebagai leader pekerjaan fisik. Lebihnya, kita sudah berbuat sebelum orang memikirkan.”Perencanaan dibuat tahun 2019, sementara pekerjaan fisik 2020. Artinya, kita telah berbuat sebelum dilakukan pekerjaan fisik. Orang baru berpikir, tapi kita telah berbuat,” candanya.

Seakan sudah kenal lama, dalam suasana keakraban Endro juga menceritakan persoalan yang menjadi tanggungjawabnya. Dengan dana yang tersedia bagaimana jalan Sumbar bisa mantap. Kebahagian tersendiri baginya, jika ia bisa menjadikan jalan Sumbar lebih rancak, mantap dan mulus dilalui. Meski, tak ada reward untuk keberhasilan menjadikan jalan Sumbar mantap, tapi ada kebahagian tersendiri, saat menuntaskan pekerjaan dan tanggungjawabnya.

Disertai gayanya yang khas dan senyum yang selalu menghiasi bibir, Endro yang telah melalang buana di berbagai provinsi menjalankan tugasnya sebagai abdi negara, juga mengatakan, masalah klasik yang terjadi menangani jalan nasional. Ketika jalan mulus, tak ada pujian dan ketika jalan jelek, berlubang, caci maki yang diterima.”Semuanya itu diterima dengan ikhlas dan menjadi resiko sebuah pekerjaan,” katanya mengakhiri. Nv.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *