Elfi, Tak Ingin Proyek Hancur, Hindari Sogok Menyogok

Hits: 152

Air keruh di hulu, akan keruh juga di muara. Pekerjaan dimulai dengan permasalahan, berakhir kehancuran. Begitu juga pekerjaan proyek yang dimulai dengan sogok menyogok, tunggu saja kehancuran.

PADANG, INVESTIGASI_Memasuki tahun 2020, lelang pekerjaan proyek pun dimulai, terutama proyek menggunakan dana APBN. Tender sangat berpengaruh pada pekerjaan proyek.”Jika tender dimulai dengan cara sogok menyogok Pokja dengan rekanan, akan berujung hancurnya pekerjaan,” kata Elfi, Kadis PUPR, Kabupaten Mentawai kepada media ini beberapa hari lalu disebuah rumah makan.

Dikatakan Elfi, memang tender ini, menjadi ujian bagi Pokja. Banyak tekanan, intimidasi, diskriminasi dan rayuan. Jika Pokja tak kuat akan berimbas pada pekerjaan.”Jika Pokja memenangkan perusahaan dengan cara tak baik, PPK, PPTK akan menerima resikonya. Sebab, pekerjaan fisik akan menjadi tanggungjawab PPK atau PPTK,” katanya.

Khusus lelang proyek APBN, katanya, banyak pihak yang bermain, baik dari pusat maupun daerah. Jika Pokja tak kuat menahan tekanan, juga beresiko terhadap pekerjaan.”Diharapkan Pokja punya
punya komitmen dan harga diri. Jika ditekan sampaikan dengan baik, resiko yang akan terjadi kepada oknum yang bermain tersebut,” imbuhnya.

Pokja harus berani, tambahnya melawan makelar maupun oknum yang ingin memenangkan rekanan jagoannya. Harus berani membangun komunikasi dengan para makelar atau oknum. Dan, punya komitmen yang kuat dalam menjalankan tugas.”Pokja harus transparansi, sehingga agak sulit pihak lain mempengaruhi. Punya mental yang kuat menghadapi tekanan,” pintanya.

Terkait proyek APBN bernilai puluhan miliyar dikerjakan perusahaan luar perlu disiasati. Seperti akte harus dilakukan perubahan dan memasukkan nama orang yang membawa perusahaan tersebut. Jika ini tidak dilakukan, akan bermasalah dikemudian hari. Sebab, uang masuk kerekening pemilik perusahaan. “Tentu orang yang membawa perusahaan tak bisa berbuat apa apa dan ini menjadi biang permasalahan,” tukuknya.

Elfi juga mencarikan solusi bagi perusahaan luar dan PPN, PPH akan lari juga keluar. Sementara, mereka berusaha didaerah kita. Solusinya, perusahaan luar harus membuka cabang disini. “Rekanan tersebut harus membuka cabang pajak di Padang, nomor pajak di Padang untuk paket yang dilelang. Intinya, kontrak di Padang, pajak juga harus masuk Padang,” katanya mengakhiri. Nv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *