Dikonfirmasikan Proyek PT. CTA Makan Korban PPK 2.2 Langsung Blokir WA

Hits: 158

Sepertinya, Hamdani alergi dikonfirmasikan wartawan, terkait pekerjaan yang menjadi tanggungjawab sebagai PPK 2.2. Buktinya, baru saja media ini mengenalkan diri dan mengirim beberapa kondisi poto dilapangan, termasuk terbaliknya mobil colt ke WA nya, setelah dilihat, hitungan detik langsung memblokir WA media ini.

PADANG, INVESTIGASI_Menarik menelusuri pekerjaan proyek milik Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendral Bina Marga, Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Sumatera Barat, terutama Paket Preservasi Jalan Muaro Kalaban-Batas Jambi Kuliran Jao-Batas Riau

Pasalnya, ada indikasi PPK 2.2, PJN 2, dikonfirmasikan terkait, pekerjaan bernomor kontrak KU.08.08/KTR.01.PPK-2.2-PJN.II/IV/2020, tanggal 29 April 2020, nilai kontrak Rp. 55.760.039.000, kontraktor pelaksana PT Cahaya Tunggal Abadi, konsultan pengawas PT Akbar Jaya konsultan KSO, CV Dekade Konsultan, waktu pelaksanaan 247 hari kalender, waktu pemeliharaan 365 hari kalender, terkesan menghindar

Padahal, media ini ingin mengkonfirmasikan pekerjaan jalan yang menjadi tanggungjawabnya sudah menelan korban. Apalagi ada instruksi Kementerian PUPR, untuk jalur lebaran, jalan harus rapi dan tak boleh berlubang. Saat dikirimkan tanda pengenal poto dilapangan, sempat dilihat Hamdani. Terbukti ada list hijau pada poto dan persoalan yang ingin dikonfirmasikan.

Baru saja dilihat, langsung WA media ini diblokir. Padahal, konfirmasi dilakukan via WA nya, Sabtu (16/5) pukul 14.00 siang, sampai pukul 23.00 blokir itu tak dibuka. Poto di WA nya langsung hilang.
Seperti diberitakan media ini, jalan nasional tersebut, selain berlubang juga menelan korban. Sabtu (16/5) sebuah mobil colt terbalik, tepatnya di Nagari Tanjung, Kecamatan Kamang.

“Timbunan asal asalan dan licin tersebut, susah dilewati, sehingga mobil colt itu, terbalik,” kata Paldi saksi mata terbaliknya mobil colt itu, seraya mengatakan, kecelakaan ini sudah diprediksi sebelumnya, melihat kondisi timbunan dan banyaknya jalan berlubang.

Paldi juga mengatakan, dari awal ia selalu mengawasi pekerjaan. Sepanjang jalan berlubang tersebut, ditutupi serampangan. Ada menggunakan ban, bendera maupun ditimbun menggunakan tanah yang ada dibibir jalan.” Persoalan ini, sudah lama dikeluhkan warga maupun pengendara. Tapi, tak ada tindakan, hingga sekarang memakan korban. Lalu, siapa yang bertanggungjawab,” katanya penuh tanda tanya. Nv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *