Cegah Corona, Gubernur Rohidin Wajibkan PT. Pelni Terapkan Standar Prosedur Pencegahan Corona

Hits: 1

Bengkulu, Investigasi – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah lakukan inspeksi ke Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. Selain memonitor penerapan standar prosedur mitigasi penyebaran virus Corona/ Covid-19 pada PT. Pelindo II, dirinya juga ingin memastikan pintu masuk Pulau Enggano melalui jalur laut menerapkan prosedur pengawasan dan pencegahan virus Corona pada seluruh pengguna jasa angkutan kapal perintis.

“Ini butuh kedisiplinan kita bersama, standar prosedur untuk pencegahan Covid-19 pada pintu-pintu masuk Provinsi Bengkulu tidak boleh diabaikan. Termasuk untuk Pulau Enggano, saat ini satu-satunya pintu masuk melalui jalur laut. Ini tak boleh lengah, dan terus tumbuhkan kesadaran kepada masyarakat untuk melindungi diri dan juga melindungi yang lain,” tegas Rohidin saat di Pelabuhan Pulau Baai, Sabtu (21/03/2020)

Pulau Enggano, terang Rohidin, merupakan daerah yang tak mudah untuk dijangkau. Fasilitas dan tenaga kesehatan di Pulau Terluar yang terletak di Samudera Hindia itu sangat terbatas. Untuk itu, memperketat prosedur pengawasan dan pencegahan merupakan ihtiar yang masuk akal, dan wajib diterapkan dengan penuh kedisiplinan.

“Bukan untuk menakut-nakuti, karena wabah Covid-19 bukanlah untuk ditakuti tapi harus kita cegah dengan penuh kedisiplinan. Jangan kita menunggu ada kasus baru kita melakukan penanganan, justru karena belum ditemukan kasus, mari kita sama-sama menjaga diri kita, menjaga masyarakat kita, dan menjaga wilayah kita,” imbau Rohidin yang saat itu bertemu dengan operator Kapal Sabuk Nusantara.

Saat itu Rohidin dengan tegas meminta PT. Pelni dan PT. Pelindo II untuk segera memasang perangkat sanitasi yang bisa digunakan setiap orang pada aera pelabuhan termasuk area loading penumpang tujuan Enggano. Dirinya juga meminta operator kapal perintis untuk bisa mengedukasi dan mengingatkan penumpang agar selalu patuh pada pola-pola menjaga kebersihan, termasuk menyediakan fasilitas kebersihan pada kapal.

“Setiap penumpang harus terdata baik identitas maupun tracking perjalanannya. Jika memang ada calon penumpang dari daerah terpapar, maka tegas untuk tidak melakukan perjalanan dan laporkan agar bisa di-observasi. Sekali lagi, kedisiplinan ini untuk melindungi kita bersama, dengan ihtiar menerapkan prosedur dan tanamkan betul agar tumbuh kesadaran bagi setiap masyarakat,” demikian tutup Rohidin. (rl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *