Berita Mingguan Investigasi Ditindaklanjuti Kasatker PJN 1

Hits: 68

Investigasi yang dilakukan media terhadap pekerjaan preservasi Jalan Baso – Batas Riau dan diberitakan di Koran Mingguan Investigasi serta Online Koranmingguaninvestigasi, ditanggapi Kepala Satuan Kerja (Kasatker), Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah 2, Thaibur.

PADANG, INVESTIGASI_Telusuran media ini pada pekerjaan preservasi Jalan Baso – Batas Riau, mendapat tanggapan positif Kasatker. Proyek mulai kontrak bulan Februari 2020, sudah dikerjakan rekanan. Termasuk juga peaching jalan yang berlubang dari Baso sampai Kenagarian Koto Alam, Kecamatan Pangkalan sepanjang 59 Km.

Pengakuan Kasatker PJN Wilayah 2, Thaibur via WA nya, Selasa (24/3), sudah dilakukan pekerjaan pembuangan material longsoran di km 144+700 di Batas Riau – Batas Payakumbuh.”Pekerjaan longsoran tersebut, sudah ditangani,” kata Thaibur.

Begitu juga terhadap pekerjaan peaching sepanjang jalan tersebut, katanya pekerjaan peaching juga segera ditindaklanjuti.”Kemaren saya sudah lihat sendiri kelapangan,” kata Thaibur

Sebelumnya diberitakan, suasana baru dilingkungan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Bina Marga Balai Pelaksanaan Jalan Nasional III, Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Sumatera Barat, tak diiringi semangat baru.

Meski, Kepala Satuan Kerja (Satker) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berganti, tapi tak mampu memacu pekerjaan paket pekerjaan preservasi jalan Baso – Bts Riau, umber dana APBN, tahun anggaran 2020, nomor kontrak 04/PKK/SK-PJN1-Bb.03.23.1.2/II/2020, tanggal kontrak 10 Februari 2020, nilai kontrak Rp. 20.165.185.000, Lokasi Baso-Bts Riau, waktu pelaksanaan 325 hari kalender, kontraktor pelaksana PT Multicon Jagad Perkasa, konsultan supervisi PT Transka Dharma Konsultan KSO, CV. Arya Techno Konsultan.

Faktanya, telusuran media ini, Rabu (18/3) mulai dari titik nol, tepatnya di lokasi pemasangan plang proyek Baso sampai, Kenagarian Koto Alam, Kecamatan Pangkalan, tak terlihat aktifitas pekerjaan. Padahal, sepanjang jalan itu ada dua lokasi dan titik sangat membahayakan keselamatan pengendara melewati jalan tersebut. Baik titik pada longsor yang kawat bronjong sangat membahayakan dan bekas rengkahan tanah di Pangkalan.

Begitu juga dititik bekas rengkahan di Pangkalan, rentah runtuh dan hanya ditimbun darurat saja. Ironisnya, sepanjang jalan yang ditelusuri itu, juga tak terlihat tanda tanda akan dimulai tambal sulam (pacing) jalan yang berlubang maupun rusak. Sementara, alat berat sudah ada di Pangkalan selama 8 hari dirumah warga tanpa adanya pemberitahuan dan ditinggalkan begitu saja.

Inipun menuai kecaman warga pemilik warung tersebut. Katanya, sudah delapan hari alat berat ini diletakkan disebelah warungnya, namun tak ada pemberitahuan sama sekali. “Padahal, sebelumnya juga ada alat PT. Statika Mitra Sarana diletakkan disini dan dibayar Rp150 per hari,” kata pemilik warung yang dipanggil Uni oleh media ini.

Begitu juga dua titik yang menuai kecaman, warga maupun pengendara. Baik, titik bekas longsoran dan bekas rengkahan. Pasalnya, pasangan bronjong ambruk dan tergantung beresiko besar terhadap pengendara yang lewat “Kawat bronjong yang ambruk dan tergantung bakal memakan korban, jika tak segera diperbaiki. Sebab, ambruknya persis dibibir jalan,” kata Awal pengendara roda empat dari Padang menuju Pekanbaru dilokasi ambruknya bronjong itu.

Begitu juga dilokasi Keagarian Koto Alam, Kecamatan Pangkalan, bekas rengkahan jalan, masih belum ada tanda akan diperbaiki. Jalan yang ditutup separuh itu, disamping mengakibatkan macet juga rentan ambruk.”Warga dan pengendara merasakan kecemasan melewati jalan ini. Namun, sampai sekarang belum ada kepastian kapan diperbaiki,’ ujar Zul salah seorang pemuda yang sedang buka tutup jalan tersebut.

Inipun menuai sorotan Darwin, Direktur LSM ACIA. Katanya meski, sudah sebulan kontrak ditandatangani, terlihat dari plang proyek yang dipasang dititik nol Baso, tak ada aktifitas pekerjaan. “Apakah ini, juga disebabkan Satker PJN 1 dan PPK nya masih baru,” katanya.

Kata Darwin lagi, bronjong yang tergantung dan mengarah kebibir jalan serta lokasi rengkahan jalan, sangat membahayakan. Seharusnya rekanan menuntaskan pekerjaan dilokasi ini secepatnya.” Begitu juga Satker dan PPK agar menegur rekanan yang lalai tersebut,” katanya. Nv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *