BAPAN. RI : Terkait Arogan Hamdani PPK 2.2, Akan Surati Kementerian PUPR

Hits: 280

Arogan, itu kata yang tepat diarahkan kepada Hamdani, PPK 2.2, PJN 2 Sumbar. Sesuai instruksi Menteri PUPR, jelang lebaran jalan nasional harus rapi dan berlobang, terkesan dilecehkan. Terbukti, saat dikirimkan kondisi jalan sepanjang Muara Kalaban-Batas Jambi dan Kiliran Jao -Batas Riau, berlobang, bahkan memakan korban ‘rabah kudonya’ mobil Colt, setelah dilihat, hitungan detik WA media ini langsung diblokir. Wajar saja arogan PPK 2.2 itu, BAPAN RI akan menyurati Kementerian PUPR.

PADANG, INVESTIGASI_Lemahnya pengawasan pekerjaan milik Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendral Bina Marga, Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Sumatera Barat, terutama Paket Preservasi Jalan Muaro Kalaban-Batas Jambi Kuliran Jao-Batas Riau, berakibat buruk terhadap pengendara yang melewati sepanjang jalan berlubang tersebut.

Buktinya, proyek bernomor kontrak KU.08.08/KTR.01.PPK-2.2-PJN.II/IV/2020, tanggal 29 April 2020, nilai kontrak Rp. 55.760.039.000, kontraktor pelaksana PT Cahaya Tunggal Abadi, konsultan pengawas PT Akbar Jaya konsultan KSO, CV Dekade Konsultan, waktu pelaksanaan 247 hari kalender, waktu pemeliharaan 365 hari kalender, telah memakan korban.

Tidak saja, lemahnya pengawasan, Hamdani PPK 2.2 terkesan cuek dengan kondisi pekerjaan. Buktinya, pengawasan yang dilakukan media terkesan diabaikan. Bukan jawaban yang didapat, bahkan Hamdani langsung memblokir WA media ini. Wajar saja, tindakan cuek Hamdani dan mengabaikan pekerjaan, berakibat terjadinya kecelakaan ‘rebah kudanya’ mobil colt, menuai sorotan Lembaga Investigasi Badan Advokasi Penyelamat Asset Negara (BAPAN) RI

Kata Bustanul, Lembaga Investigasi BAPAN RI, sikap arogan Hamdani terkesan melecehkan Kementerian PUPR dan media dalam melakukan kontrol sosial. Lemahnya pengawasan, berakibat pekerjaan jalan nasional itu makan korban. Namun, ketika pengawasan dilakukan media ini, Hamdani bukan menanggapi, tapi malah memblokir WA nya.”Seharusnya, Hamdani menanggapi temuan media ini, bukan langsung memblokir WA nya,” kata Bustanul.

Padahal, kata Bustanul, media dalam melakukan konfirmasi sudah melalui prosedur. Membaca salam, mengenalkan diri dan menunjukkan kartu Wartawan Utama dan mohon tanggapan atas temuan dilapangan. Sempat dibaca oleh Hamdani, terbukti keluar cheklist hijau. Namun, ketika dikirim poto kondisi dilapangan, jalan penuh lubang dan mobil colt ‘rebah kuda’ gambar dilihat langsung WA diblokir.”Apakah ini, cara PPK menjawab kontrol sosial yang dilakukan media,” tanya Bustanul.

Begitu juga saat dilihat poto lapangan yang ada pada media ini, terlihat kondisi jalan sangat mengkhawatirkan. Ada lubang ditutup dengan ban, ada juga ditutup menggunakan kayu dan atasnya diberi bendera. Bahkan, ada juga lubang panjang yang dalam dan membahayakan pengendara.”Paling parah ditimbun menggunakan tanah tanpa dilakukan pemadatan. Alhasil, saat hujan tanah bergelombang dan licin. Inilah penyebab, mobil colt rebah kuda,” tukuk Bustanul.

Melihat kejadian ini dan arogannya Hamdani, berakibat terjadinya bencana, Bustanul akan menyurati akan Kementerian PUPR, terkait buruknya kinerja PPK dan melecehkan media sebagai kontrol sosial.” Kita akan surati Kementerian PUPR terkait kinerja PPK yang mengabaikan instruksi Kementerian PUPR, termasuk sikap arogannya melecehkan media yang melakukan kontrol sosial terhadap pekerjaan tersebut,” kata Bustanul mengakhiri. Nv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *