Bagi Buya Perkataan Adalah Doa

Hits: 39

Oleh : Novri Investigasi

Sejak Kota Padang dipimpin Buya Mahyeldi, perkembangan pembangunan kawasan perkotaan makin mancilak. Proyek trotoar menjadi andalannya, mampu merubah wajah kota ini, bak gadis yang sedang bersolek. Puluhan miliyar digelontorkan pertahun demi mempercantik kawasan perkotaan, termasuk Pantai Padang. Gemerlap dunia malam makin menambah pesona Kota Padang dimalam hari. Lampu jalan berwarna warni menghiasi sepanjang kawasan perkotaan, memudahkan akses ketempat hiburan malam yang berpusat dikawasan Pondok. Jujur, lakek tangan Buya Mahyeldi sangat dirasakan oleh masyarakat Kota Padang, kabupaten dan kota se Sumbar, termasuk perantau. Kota Padang menjadi tujuan terindah saat liburan. Pesona Pantai Padang bagaikan magnet menarik mereka berkunjung ke Kota Bingkuang ini. Rasa suka dan antusias membara, terbias diwajah masyarakat Kota Padang, saat Mahyeldi menyampaikan visi dan misinya pada debat Pilkada Kota Padang tahun lalu. Kata penyejuk bak syair pujang, Buya Mahyeldi dihadapan ratusan pengunjung debat, jutaan pasang mata dilayar kaca, mengatakan, ia akan menuntaskan pekerjaannya sebagai walikota sampai 2024 nanti. Riuhnya tepuk tangan, semangat penuh harapan menyambut perkataan Mahyeldi. Dan, perkataan Mahyeldi ini menjadi pukulan telak bagi Emzalmi – Desri Ayunda. Seakan sebuah kalimat akan menyelesaikan tugasnya sebagai walikota sampai 2024 senjata pamungkas baginya menarik simpatik masyarakat. Perkataan Buya Mahyeldi akan melanjutkan tugasnya sebagai walikota sampai 2024, didukung jutaan warga Kota Padang. Harapan masyarakat perkataan seorang adalah doa, bisa dikabulkan Tuhan. Dan, warga Kota Padang berharap, Mahyeldi bisa melanjutkan pengabdiannya membangun kota ini. Karena, mereka yakin dan percaya Buya akan komit dengan perkataan dan memegang teguh apa yang diucapkan. Seiring dimulai genderang perang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumbar 2020, nama Buya Mahyeldi menjadi kandidat terkuat. Diberbagai survei Buya selalu teratas. Dorongan berbagai pihak, sangat mengharapkan Buya melanjutkan pengabdiannya sebagai gubernur. Secara pribadi, saya menilai Buya orangnya teguh berprinsip, mengerti dengan janji dan tak mau meninggalkan Kota Padang sebelum tugasnya selesai. Karena bagi Buya janji adalah hutang perkotaan adalah doa. Biarkanlah Buya menyelesaikan tugasnya sampai 2020. Pembangunan infrastruktur berkembang cepat. Tinggal membangun Iman bagi Kota Padang yang masih identik dengan maksiat, terutama makin maraknya kafe tak berizin dan tempat hiburan berbungkus maksiat. Saya yakin, Mahyeldi akan menertibkan kafe dan tempat hiburan tak berizin. Dan, akan membumi hanguskan maksiat di kawasan Pondok. Semoga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *