Aku Merasakan Mukjizat Itu, Ketika Membantu Warga Positif Covid19

Hits: 4

Oleh : Novri Investigasi

Mungkin terasa berlebihan, apa yang kualami ini sebuah mukjizat. Karena, mukjizat itu ada pada Nabi dan Rasul Allah SWT. Kuanggap ini mukjizat, karena apa yang kualami diluar logika pemikiranku dan terjadi sangat menakjubkan.

Sore itu, menunjukkan pukul 16. 30 WIB. Saat aku, duduk diruangan kantor tiba tiba hp ku berdering dan keluar wajah Yandri, Yandri, S.Pd, MPd, anggota DRPD Kota Padang dari Partai PAN.

Kuangkat hpku dan terdengar suara Yandri mengajakku menemaninya memberikan bantuan kepada warga yang terdampak Covid19 di Rawang Ketaping, Kelurahan Pasar Ambacang.

Sehari sebelumnya, saat aku buat berita berjudul “Ayah dan 2 Anak Positif Covid19, Ibu dan Anak Lagi Terpisah Isolasi” Yandri juga meneleponku. Ia minta aku menemaninya memberikan bantuan kepada Mursali sekeluarga terkena virus Covid19, besok sore.

Sembari menerima telepon Yandri, Sekretaris DPD PAN Kota Padang, kurapikan ruangan kerjaku. Lalu aku janjikan bertemu di jalan masuk Panti Asuhan Rawang Ketaping. Rumah Mursali dan keluarga positif covid itu, dekat Panti Asuhan.

Ku melangkah menuju mobil Honda BRV Putih yang setia menemani saatku bekerja. Ku buka pintu dan menstarternya. Mataku terpaku melihat garis minyak. Duh, minyakku persis digaris bawah. Pikiranku pun bergelut, antara mengisi bensin atau langsung kelokasi yang dituju.

Ada tiga pilihan di otakku. Mengisi minyak di Jati, Sawahan atau kelokasi dulu, baru diisi di By Pass. Soalnya, kantorku di Banda Kali dekat rel Kereta Api dan jembatan Tamsis. Karena, tak ingin Yandri lama menunggu, akupun menetapkan pilihan kelokasi dulu.

Dalam perjalanan, mataku tak henti memandang garis bensin yang terus turun kebawah. Aku hanya bisa berharap bisa sampai ke rumah Mursali dan keluarganya yang positif covid19. Saat memasuki simpang Panti Asuhan Ketaping dan bertemu Yandri, aku mulai ragu. Masuk atau isi bensin dulu. Soalnya, rumahnya jauh kedalam dan tak ada jual BBM.

Mengisi bensin rasanya tak mungkin, waktu berjalan terus dan tak terkejar untuk pulang berbuka puasa. Dalam kepasrahan itu, terucap dibibirku.” Tuhan, semoga aku bisa sampai ketujuan dan mengisi bensin di Bypass setelah memberikan bantuan kepada keluarga Mursali.”

Kamipun sampai ketempat tujuan, meski minyakku sudah dibawah garis. Kedatangan kami disambut Ketua RT, Ketua Pemuda dan beberapa orang pemuda. Kamipun berbincang asal muasal Mursali dan keluarga positif covid19.

Setelah lama bincang bincang, Yandripun memberikan bantuan dan akupun berjanji akan memenuhi kebutuhan selama dua anaknya isolasi mandiri dirumah. Dan, kamipun kembali menuju mobil untuk pulang kerumah masing masing.

Saat aku menstarter mobilku, tiba tiba minyakku naik sejajar garis bawah. Dalam perjalanan, naik lagi sepertiga dibawah garis tengah. Bagai terasa mimpi minyakku naik terus sampai separoh garis tengah. “Oh Tuhan, apa yang terjadi, tiba tiba minyakku serasa terisi.”

Dalam kebingungan itu, masuk WA Yandri, menyuruhku kerumahnya terlebih dahulu sebelum pulang. Aku sudah yakin, tak perlu lagi mengisi minyak ke Baypass dan langung ke rumah Yandri. Sampai kerumah Yandri di Azizi Andalas, kamipun bincang bincang sebentar. Setelah itu, aku permisi pulang karena mau berbuka sama keluarga.

Dalam perjalanan pulang, minyakku stabil separoh garis tengah. Sampai dirumah suara bedugpun terdengar merdu. Akupun memarkirkan mobil dan masuk rumah untuk berbuka. Tuhan, sungguh terasa nikmat yang diberikan kepadaku hari ini.

Sungguh perjalanan yang sangat luar biasa kurasakan hari ini, ketika memberikan bantuan kepada warga positif covid19. Bagaikan mukjizat yang kudapat selama dalam perjalanan. Minyak mobilku terisi ditengah kecemasan. “Tuhan, terima kasih atas nikmat yang diberikan padaku hari ini.” Hanya doa itu, terucap dibibirku.

(Wartawan Utama-Pimpinan Umum Mingguan Investigasi dan Onlinemingguaninvestigasi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *