Aksi Balas Dendam’ Bakal Hancurkan Proyek di BPJN III Padang

Hits: 236

Oleh : Novri Investigasi
Wartawan Utama

Tahun 2020, menjadi tahun ‘aksi balas dendam’ bagi rekanan yang terzalimi oleh rekanan lain pada pekerjaan proyek tahun 2019. Oknum rekanan yang menggunakan jasa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mengadukan beberapa paket pekerjaan proyek di Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) III kepada Kementerian PUPR, bakal dibalas rekanan terzalimi tahun 2019 lalu. Soalnya, rekanan mengadukan itu, mendapat kepercayaan mengerjakan mega proyek tahun 2020 ini.

PADANG, INVESTIGASI_Sepertinya, pekerjaan proyek jalan nasional Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) III tahun 2020 ini, bakal berkecamuk. Suasana ini, akan membuat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), baik di Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah maupun Wilayah 2 Sumbar, panas dingin. Pekerjaan mereka tidak saja diawasi kalangan media, tapi juga rekanan yang terzalimi tahun 2019 lalu.

Sekedar mengingatkan pekerjaan proyek APBN di lingkungan BPJN III Padang, Direktorat Bina Marga, Kementerian PUPR tahun 2019 banyak bermasalah. Momen ini dimanfaatkan oknum rekanan dengan menggunakan jasa LSM mengadukan pekerjaan bermasalah pada Kementerian PUPR dan ditembuskan kepada pihak aparat penegak hukum.

Oknum rekanan yang mengadukan kasus pekerjaan proyek tahun 2019, melalui Lembaga Swadaya Masyarakat Pementau Kinerja Aparatur Pemerintah Pusat dan Daerah (LSM PKA – PPD) yang ditujukan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia, memakan korban beberapa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Kepala Satuan Kerja (Ka Satker)

Surat pengaduan tertanggal 10 Januari 2019 ditembuskan kepihak aparat penegak hukum, mengungkit beberapa pekerjaan dibawah tanggungjawab BPJN III Padang. Ada beberapa ruas jalan nasional dan jembatan yang dikerjakan beberapa rekanan menjadi targetnya. Alhasil, korban berjatuhan, PPK dan Satker dinonjobkan. Termasuk beberapa rekanan tak lagi mendapat kesempatan pekerjaan proyek di BPJN III Padang tahun anggaran 2020 ini.

Diprediksik balas dendampun akan terjadi. Sebab, rekanan yang mengadukan beberapa paket ruas jalan nasional dan dikerjakan beberapa rekanan, sekarang dipercayakan mengerjakan paket jalan nasional Muara Kalaban – Batas Jambi dan Kiliran Jao -Batas Pekanbaru tahun 2020 ini dengan nilai Rp63 M lebih. Dan, sekarang menjadi incaran beberapa rekanan sebagai sarana balas dendam dan pelampiasan sakit hati. Apalagi, rekanan terzalimi, ikut lelang pada paket tersebut. Tentu punya data, RAB, gambar kerja, sebagai bahan mengawasi pekerjaan.

Prediksi penulis, proyek jalan nasional Muaro Kalaban-Batas Jambi dan Kiliran Jao-Batas Riau ini, akan bermasalah dikemudian hari. Alasannya, penawaran saat lelang dinilai nekat dan terjun payung, tentu akan berimbas pada mutu dan kualitas pekerjaan. Apalagi, perusahaan itu sering bermasalah mengerjakan proyek di Sumbar dan punya trackrecord yang minus. Nah, ini merupakan peluang rekanan terzalimi tahun 2019 lalu untuk melakukan aksi balas dendam.

Gayung bersambut, kata berwajab, beberapa rekananpun mulai menghintai pekerjaan jalan nasional tersebut. Baru saja pekerjaan dimulai, rekanan yang terzalimi itu sudah memberikan informasi kepada media Investigasi, terkait permasalahan proyek yang dikerjakan. Soalnya, akibat kelalaian dan tidak profesionalnya perusahaan itu, sudah memakan korban. Mobil colt terbalik saat melintasi jalan yang baru saja ditimbun tanpa dilakukan pemadatan. Timbunan bergelombang dan berlubang rawan kecelakaan.

Belum sebulan pekerjaan, perang sudah dimulai. Rekanan yang terzalimi itu terus bergerak menghintai. Bahkan, siap membeberkan permasalahan pekerjaan pada media ini setiap waktu. Terbaliknya mobil colt dan masih banyaknya lubang maut yang belum tertimbun, awal dimulainya aksi balas dendam. Pekerjaan masih panjang, setiap item pekerjaan akan terus diawasi. Tergelincir sedikit bakal menjadi bahan sorotan dan pemberitaan. Sampai akhir pekerjaan aksi balas dendam terus dilakukan.

“Dia bisa menzalimi kita dengan mengadukan pekerjaan kita tahun 2019, kita juga siap membalasnya dan akan mengadukan pekerjaan yang diprediksi akan bermasalah sampai akhir. Terutama pekerjaan fisik, mark up dan keterlambatan pekerjaan. Apalagi, kita ikut lelang, tentu punya data pekerjaan jalan nasional Muara Kalaban-Batas Jambi dan Kiliran Jao-Batas Riau itu,” kata salah seorang rekan saat bincang bincang dengan media ini.

Tentu, timbul pertanyaan, apakah pekerjaan proyek jalan nasional dibawah tanggungjawab BPJN III Padang ini, akan memakan korban PPK, Satker dan Kepala Balai sendiri. Sudah menjadi rahasia umum, setiap PPK dan Satker yang bertanggungjawab terhadap pekerjaan perusahaan itu, berakhir dinonjobkan. Atau sebaliknya, akan mendapat perlawanan dengan memperketat pengawasan. Apakah, rekanan yang terzalimi pada pekerjaan tahun 2019, bisa melakukan aksi balas dendam. Kita tunggu saja.

Penulis Pimpinan Umum/Penanggungjawab Koran Mingguan Investigasi dan Media Online Koranmingguaninvestigasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *